PUISI AKROSTIK
Dilema Rasa
Resa Mai Linra
Rasa yang kian liar memburu asa.
Entah kapan lenyap ditelan masa.
Sampai kapan dilema ini menawan langkah?
Akankah rasa ini berujung bahagia atau kah luka yang akan ku petik?
Malam berganti pagi.
Awan di angkasa tersenyum padaku.
Ingatanku bersurut mundur, setiap inci ukiran wajahmu terbayang.
Langkahku goyah, beradu tatap denganmu.
Ingatanku terlempar pada saat pertama kali kita bertemu.
Naluriku tentangmu tak kan pernah hilang.
Rasa yang telah lama membawaku kembali kemari.
Akankah rasa ini bermuara?
Komentar
Posting Komentar